
Harga minyak bertahan stabil pada hari Senin(18/8) karena para pedagang menunggu petunjuk dari pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam upaya mereka mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun.
Harga minyak mentah Brent berada di level $65,87 per barel pada pukul 08.47 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 9 sen, atau 0,14%, menjadi $62,89 per barel.
Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada hari Sabtu dan tampak lebih sejalan dengan Moskow dalam mengupayakan kesepakatan damai, alih-alih gencatan senjata terlebih dahulu.
"Fokus pasar kini beralih ke pertemuan Washington hari ini untuk mencari tanda-tanda kesepakatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan pasokan minyak mentah dan gas. Sementara itu, dalam pekan hingga 12 Agustus, para spekulan memegang posisi short net gabungan pertama kalinya untuk WTI (CME & ICE), yang membuat harga rentan terhadap kejutan kenaikan," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas Saxo Bank.
"Saya tidak yakin pasar minyak telah memperhitungkan dividen perdamaian penuh yang berpotensi menyebabkan harga minyak mentah dan gas Uni Eropa merosot lebih lanjut," tambah Hansen. Komentar penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, seputar pembelian minyak mentah Rusia oleh India yang mendanai perang Moskow di Ukraina menyebabkan harga minyak mentah menguat di awal sesi.
"India bertindak sebagai pusat kliring global untuk minyak Rusia, mengubah minyak mentah yang diembargo menjadi ekspor bernilai tinggi sekaligus memberikan dolar yang dibutuhkan Moskow," kata Navarro. "Pernyataan tajam penasihat AS tentang impor minyak mentah Rusia oleh India, ditambah dengan penundaan perundingan dagang, memicu kembali kekhawatiran bahwa arus energi masih terhambat oleh ketegangan perdagangan dan diplomatik, meskipun prospek perdamaian di Ukraina semakin cerah," ujar Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di perusahaan pialang Phillip Nova.
Pada hari Sabtu, Trump mengatakan bahwa ia tidak perlu segera mempertimbangkan tarif pembalasan terhadap negara-negara seperti Tiongkok karena membeli minyak Rusia, tetapi mungkin harus melakukannya "dalam dua atau tiga minggu", meredakan kekhawatiran awal tentang gangguan pasokan Rusia. Tiongkok, importir minyak terbesar dunia, adalah pembeli minyak Rusia terbesar, diikuti oleh India.
Investor juga mencermati petunjuk dari komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada pertemuan Jackson Hole minggu ini mengenai arah pemotongan suku bunga AS yang dapat mendorong saham ke rekor tertinggi.(alg)
Sumber: Reuters
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...